12 November, 2009

Ringkasan 36 Strategi Peperangan Tsun Tzu dalam Politik


A ) STRATEGI UNTUK MENANG

Strategi 1
(man2 tian1 guo4 hai3)- Perdaya Langit untuk melewati Samudera.

Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktiviti biasa sehari-hari.

Strategi 2
(wei2 wei4 jiu4 zhao4)- Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.

Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahawa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.

Strategi 3
(jie4 dao1 sha1 ren2)- Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.)

Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (kerana kekuatan yang minimum atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok aparat musuh untuk menjadi penghianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.

Strategi 4
(yi3 yi4 dai4 lao2) – Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.

Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.

Strategi 5
(chen4 huo3 da3 jie2) – Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya. (Merampok sebuah rumah yang terbakar.)

Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan bermaharajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar. Inilah waktunya untuk menyerang.

Strategi 6
(sheng1 dong1 ji1 xi1) – Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat.

Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.

B) STRATEGI BERHADAPAN DENGAN MUSUH

Strategi 7
(wu2 zhong1 sheng1 you3) – Buatlah sesuatu untuk hal kosong.

Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah breaksi terhadap tipuan pertama dan –biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. Oleh kerananya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.

Strategi 8
(an4 du4 chen2 cang1) – Secara rahsia pergunakan lintasan Chen Chang. (Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.) contoh: invasi Sekutu di Normandia dan muslihat Pas de Calais.

Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen. Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.

Strategi 9
(ge2 an4 guan1 huo3) – Pantau api yang terbakar sepanjang sungai.

Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antara mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.

Strategi 10
(xiao4 li3 cang2 dao1) – Pisau tersarung dalam senyum.

Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya, anda bergerak melawannya secara rahsia.

Strategi 11
(li3 dai4 tao2 jiang1) – Pohon prem berkorban untuk pohon persik. (Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)

Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.

Strategi 12
(shun4 shou3 qian1 yang2) – Mencuri kambing sepanjang perjalanan (Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)

Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.

C ) STRATEGI PENYERANGAN

Strategi 13
(da2 cao3 jing1 she2) – Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.

Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar strateginya.

Strategi 14
(jie4 shi1 huan2 hun2) – Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya. (Menghidupkan kembali orang mati.)

Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau sebuah metode yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.

Strategi 15
(diao4 hu3 li2 shan1) – Giring macan untuk meninggalkan sarangnya.

Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.

Strategi 16
(yu4 qin2 gu4 zong1) – Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.

Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.

Strategi 17
(pao1 zhuan1 yin3 yu4) – Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.

Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil. Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.

Strategi 18
(qin2 zei2 qin2 wang2) – Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.

Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah loyalitas terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.

D ) STRATEGI KAOS

Strategi 19
(fu2 di3 chou1 xin1) – Jauhkan kayu bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)

Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang sumberdayanya.

Strategi 20
(hun4 shui3 mo1 yu2) – Memancing di air keruh.

Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.

Strategi 21
(jin1 chan2 tuo1 ke4) – Lepaskan kulit serangga. (Penampakan yang salah menipu musuh.)

Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus mengonsolidasi kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.

Strategi 22
(guan1 men2 zhuo1 zei2) – Tutup pintu untuk menangkap pencuri.

Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.

Strategi 23
(yuan3 jiao1 jin4 gong1) – Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga.

Jamak diketahui bahawa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.

Strategi 24
(jia3 dao4 fa2 guo2) – Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.

Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang.

E )STRATEGI PENDEKATAN

Strategi 25
(tou1 liang2 huan4 zhu4) – Gantikan balok dengan kayu jelek.

Kacaukan formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah sebuah hal yang berlawanan dengan latihan standarnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang dibutuhkan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.

Strategi 26
(zhi3 sang1 ma4 huai2)– Lihat pada pohon murbei dan ganggu ulatnya.

Untuk mendisiplinkan, mengontrol, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.

Strategi 27
(jia3 chi1 bu4 dian1)– Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan macan. (Bergaya bodoh.)

Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Giring lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.

Strategi 28
(shang4 wu1 chou1 ti1) – Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas (Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.)

Dengan umpan dan tipu muslihat giring musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.

Strategi 29
(shu4 shang4 kai1 hua1) – Hias pohon dengan bunga palsu.

Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.

Strategi 30
(fan3 ke4 wei2 zhu3) – Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.

Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.

F ) STRATEGI KALAH

Strategi 31
(mei3 ren2 ji4) – Jebakan indah. (jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.)

Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.

Strategi 32
(kong1 cheng2 ji4) – Kosongkan benteng. (Jebakan psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan jebakan.)

Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.

Strategi 33
(fan3 jian1 ji4) – Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya. (Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.)

Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.

Strategi 34
(ku3 rou4 ji4) – Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. (Masuk pada jebakan; jadilah umpan.)

Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.

Strategi 35
(lian2 huan2 ji4) – Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan (Jangan pernah bergantung pada satu strategi.)

Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeda-beda yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.

Strategi 36
(zou3 wei2 shang4 ji4)

Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36: lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:

“Jika seluruhnya gagal, mundur” – “ (san1 shi2 liu4 ji4, zou3 wei2 shang4 ji4)

Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!

06 November, 2009

Golongan yang membisu terhadap kemungkaran


Firman Allah SWT menerusi ayat 54 Surah al-Baqarah yang bermaksud :

"Bunuhlah diri kamu di sisi Allah yang menjadikan kamu, supaya Allah menerima taubat kamu itu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha Mengasihani."

Ia berlaku dalam satu peperangan yang dijadikan Allah SWT dan mengikut riwayatnya, mereka tidak sanggup melihat muka masing-masing. Akhirnya Allah SWT jadikan gelap, dengan itu mereka mengamuk antara satu sama lain tanpa ada sebarang perasaan belas kasihan lagi.

Riwayat pula menyebut, yang tidak menyembah patung anak lembu memegang senjata lalu membunuh mereka yang menyembah patung tersebut.

Riwayat yang terdahulu daripada itu menyebut, bahawa orang yang meyembah dan tidak menyembah patung tersebut kedua-dua belah pihak terkena hukuman belaka.

Sebab apa mereka semua dikenakan hukuman? Sebab yang jelas ialah kerana mereka tidak menyembah patung dan kerana mereka berdiam diri dengan terlibat menyekutukan Allah dengan menyembah patung tersebut.

Firman-Nya lagi dalam ayat 79 surah al-Maidah yang bermaksud :

"Mereka sentiasa tidak berlarang-larang (sesama sendiri) dari perbuatan mungkar (derhaka dan ceroboh), yang mereka lakukan. Demi sesungguhnya amatlah buruknya apa yang mereka lakukan."

Mereka mendiamkan diri terhadap kemungkaran tersebut.Mereka tidak setuju tetapi hanya sekadar benci di dalam hati sahaja. Oleh kerana itulah kepada umat Nabi Muhammad ini, baginda s.a.w berpesan dengan maksudnya:

" Sesungguhnya di kalangan kamu yang melihat perkara mungkar, hendaklah dia mengubah dengan tangannya, kalau tidak berkuasa mengubah dengan tangan ,maka dengan lidah, kalau tidak berkuasa dengan lidah, maka benci di dalam hati, itulah tanda selemah-lemah iman."

Mengikut satu riwayat lain dan tidak ada selepas daripada itu iman walaupun sebijik sawi.

Ertinya kalau benci di dalam hati tidak ada, maka bererti bersetujulah dengan kemungkaran yang berlaku. Berhubung dengan ini, ada ulama mentafsirkan mengubah dengan tangan ini ialah mengubah dengan kuasa kerajaan terhadap rakyatnya.

Apabila kerajaan itu melihat kemungkaran berlaku dan mestilah mengubah kemungkaran itu dengan kuasa yang ada padanya kecuali kalau kerajaan itu sendiri yang melakukan kemungkaran (atau menyuburkan pelbagai kemungkaran).

Kalau tidak berupaya dengan tangan, maka hendaklah mencegah kemungkaran ditu dengan lidah. Mencegah kemungkaran dengan lidah ini menjadi tanggungjawab dan kewajipan para ulama yang tahu hukum Allah. Mereka tidak boleh mendiamkan diri atau sekadar benci dalam hati sahaja.

Yang mencegah kemungkaran di dalam hati ialah orang yang tidak tahu bagaimana cara berhujah dengan orang yang terlibat dengan kemungkaran. Kalau mengerti berhujah, maka menjadi tanggungjawab kepada orang yang berkenaan untuk berhujah.

Berilmu di sini bukan bererti menimba ilmu sebanyak-banyaknya sampai bertaraf ulama atau sampai ke peringkat dapat mentafsirkan al-Quran, tahu menguasai bahasa al-Quran sehingga dapat membezakan hukum-hukum dalam al-Quran dengan jelas, baru boleh kita berhujah dengan manusia.

Sekurang-kurangnya kita boleh memberi nasihat mengikut kadar ilmu masing-masing termasuk mengubah dengan lidah dan tulisan. Kalau tidak mampu dengan itu semua, maka barulah benci di dalam hati.

Umpamanya, dia tidak ada daya dan kemampuan, maka ketika itu dia hendaklah benci di dalam hati dan melahirkan perasaan kebenciannya terhadap kemungkaran yang berlaku.

Cara kita tidak setuju kemungkaran bermacam-macam, seperti kita melakukan pemulauan, tidak menegur mereka yang terlibat atau seumpamanya yang menunjukkan kita tidak setuju dengan kemungkaran yang dilakukan. Inilah cara yang diajar oleh Islam dan diajar oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Yang terpilih masih buruk akhlaknya

Tidak ada sebarang penentangan daripada Bani Israil apabila melihat ada di kalangan kelompok mereka menyembah lembu yang dibuat oleh Musa as-Tsamiri.

Mereka berdiam diri terhadap kemungkaran yang dilakukan itu kerana mereka menjadikan keluarga sebagai asas kepada tidak perlunya sebarang pencegahan atau larangan terhadap perbuatan tersebut.

"Bagaimana mahu menentang mereka kerana mereka adalah puak kita, kalau Firaun melakukannya barulah kita tentang. Ini bukan Firaun tetapi Bani Israil, orang kita," mungkin inilah antara hujah mereka dalam masalah ini.

Kalau kita kaitkan dengan orang Melayu pula, kita mungkin akan berkata: "Tidak boleh marah kepada orang Melayu sebab mereka sebangsa dengan kita, lainlah kalau mereka bangsa lain." Inilah umpamanya perangai Bani Israil, mereka mendiamkan diri apabila mereka melihat kemungkaran itu berlaku dalam kelompok mereka.

Dengan sebab itu, Allah SWT mendera atau menghukum mereka dengan hukuman yang layak dengan perbuatan mereka iaitu dengan cara mereka membunuh antara satu sama lain sehingga Nabi Musa a.s berdoa kepada Allah (bermunajat kepada Allah) apabila mayat bergelimpangan, mengikut riwayatnya sampai 70,000 orang mati di dalam peristiwa pembunuhan beramai-ramai itu.

Nabi Musa bermunajat kepada Allah supaya mengampunkan dosa mereka sambil berasa sedih melihat keadaan mayat-mayat tersebut.

Allah SWT mengampunkan dosa mereka dan yang mati disifatkan sebagai mati syahid lalu mereka masuk syurga. Manakala yang masih hidup diampunkan dosa-dosa mereka. Firman Allah SWT menerusi Ayat 54 Surah al-Baqarah yang bermaksud :

"Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun (Penerima Taubat), lagi Maha Mengasihani."

Allah menceritakan tentang kedegilan nenek moyang Bani Israil supaya kaum itu mengingati kedegilan mereka. Firman Allah SWT yang bermaksud :

"Dan ketika kamu berkata kepada Nabi Musa a.a : Di mana mereka berkata, inilah kaum Nabi Musa iaitu 70 orang yang telah dipilih olehnya supaya mengikutinya pada masa bermunajat kepada Allah SWT. Mereka inilah yang terpilih di kalangan Bani Israil tetapi sayangnya yang terpilih inipun perangainya masih buruk.

02 November, 2009

PROGRAM QURBAN PERAWAN SEMPENA HARI RAYA QURBAN 1430H


Persatuan Anak Melaka diPerantauan ( PERAWAN ) dengan Kerjasama Badan Perhubungan PAS Melaka akan menganjurkan Program Qurban sempena Hari Raya Aidil Adha/Hari Raya Qurban 1430 H.

Untuk makluman,bayaran harga untuk 1 bahagian berjumlah RM360 dan daging korban yang disumbangkan ini akan diagihkan kepada golongan fakir miskin disekitar negeri Melaka.

Justeru, sesiapa yang berminat boleh menghubungi Ust. Khairul Hidayat (013-2007425/012-6484280 ) atau email di : perawan2008@yahoo.com sebelum/pada 16 Nov 2009 ( Isnin ).

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud : Barang siapa yang menyembelih (qurban) sebelum solat (‘idul adha), maka ia menyembelih untuk dirinya, dan barang siapa yang menyembelih sesudah solat solat dan dua khutbah, maka ia telah menyempurnakan tata caranya dan memenuhi sunnah orang-orang Islam.(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

30 October, 2009

Muhasabah: Tarbiyyah Rohani,tarbiyyah yang sering dilupai


Al- Fadhil Ustaz Mokhtar Senik

KETIKA BERDIRI DIHADAPAN CERMIN, LIHAT LAH KEKURANGAN DIRI JANGAN DILIHAT KELEBIHANNYA

Dalam rancak kita berbicara soal-soal tarbiyyah. Sering kita fokuskan kepada pembentukan fikrah, wala', sifat-sifat jundi dan qiady yang dikehendaki oleh jamaah dan beberapa perkara yang berkaitan dengan adab-adab berjamaah. Sering kali kita lupa kepada tanggungjawab membentuk fikrah rohani.

Saya tidak maksudkan tarbiyyah rohani disini ialah mendidik ahli jamaah tekun menunaikan ibadah, atau giat berqiamullail dan berma'thurat setiap hari. Namun apa yang saya maksudkan disini ialah "berfikir secara rohani". Berfikir secara rohani akan mengukuhkan lagi sifat-sifat kerohanian sehingga menyerlahkan hakikat sebenar sifat "mahmudah" yang diimpikan oleh semua hamba yang sejati. Apakah bentuk "berfikir secara rohani" yang diperlukan oleh anggota jamaah?.

1.) Memahami hakikat kerja dalam jamaah.

Kita perlu diasuh untuk memahami ruh sebenar segala kerja yang kita lakukan untuk jamaah ini. Apabila kita mengatakan berjamaah adalah wajib ( menurut usul fiqh, bagi mencapai maksud dakwah yang sebenar) bermakna segala kerja yang kita lakukan dalam jamaah ini adalah "ibadah". Apabila kerja dan pengelibatan itu ibadah, maka hendaklah kita faham bahawa;

a). Ibadah hendaklah dengan niat yang ikhlas Lillahi Ta'ala.

Sebagaimana solah, puasa, haji dan ibadah-ibadah khususiyyah yang lain menetapkan adanya niat kerana Allah, maka begitulah juga apa jua kerja yang kita lakukan untuk jamaah ini.Objektif utama kita ialah mencari keredhaan Allah. Ada sahabat bertanya kepada saya, kalau begitu mengapa dalam perjuangan ini kita harapkan kemenangan dan kuasa. Memang benar. Kita memang mengharapkan Kemenangan dan kuasa.

Tujuannya ialah untuk menegakkan khilafah Allah di mukabumi ini, bagi mencari keredhaan Allah. Justeru itulah kita Iltizam dengan matlamat "negara Islam". Jika perjuangan ini bukan kearah matlamat menegakkan "daulah Islamiyyah" yang terlaksana di dalamnya syariat Allah, maka kerja-kerja kita kearah meraih kemenangan itu tidak lagi "ibadah". Apabila kerja-kerja dalam jamaah ini sudah tidak lagi berwajah ibadah maka sendi-sendi perjuangan ini akan lumpuh disegenap peringkat.

Apabila kerja dalam jamaah ini bukan Ibadah, maka sudah tentu kita lakukannya untuk wang, atau pangkat atau bagi mencapai kepuasan nafsu. Sedangkan kita telah saksikan perjuangan yang bermatlamatkan wang akhirnya hancur kerana rasuah telah menjalar sehingga ketulang sulbi parti mereka. Jika dilakukan kerja jamaah kerana pangkat semata-mata maka telah kita saksikan perebutan jawatan yang sedang berlaku dalam sebuah parti di negara kita. Sehingga terhapusnya wajah dan sikap manusia bertamaddun saat pemilihan parti mereka. Perbalahan berlaku dimana-mana.

b). Ibadah hendaklah bersesuaian dengan sunnah Rasul.

Sesuatu amalan itu tidak dinamakan Ibadah jika berlawanan dengan sunnah Rasulullah saw. Justeru itu kita hendaklah sentiasa menjaga nilai-nilai sunnah dalam melaksanakan apa jua urusan dalam jamaah. Kita sememangnya dituntut berusaha untuk mendapatkan simpati, undi dan sokongan serta penyertaan ummat umum.

Namun usaha-usaha kearah itu tidak boleh dibuat secara terpinggir dari suluhan sirah Rasulullah saw. Jangan sekali-kali bersikap "asalkan menang, lakukan lah apa cara sekalipun atau yang penting kita menang dulu, selepas itu baru kita fikir tentang melaksanakan syariat Islam". Cuba kita lihat kembali bagaimana Rasulullah membentuk generasi dua'at yang pertama dalam sejarah perjuangan Islam.

Ada suara-suara yang berkata; "cara itu lambat menang". Lalu cuba tunjukkan kepada saya di Malaysia ini mana dia jamaah yang telah berjaya mencapai kemenangan mendahului Pas?.

c). Ibadah hendak dipelihara daripada perkara-perkara yang membatalkannya.

Setiap ibadah hendaklah terhindar daripada perkara-perkara yang membatalkannya. Solah tidak boleh diteruskan apabila wudhu' telah terbatal. Begitu juga dengan kerja-kerja jamaah ini. Jangan kita laksanakan kerja-kerja jamaah bersamaan dengan kita melakukan perkara-perkara yang haram. Mungkinkah kita mengharapkan pertolongan Allah dalam keadaan kita mendurhakai Allah?.

d). Ibadah menuntut sifat khyusuk dalam melakukannya.

Khyusuk umumnya bermakna sentiasa ingat pertemuan mereka dengan Allah dan yakin bahawa segala amalan mereka akan dibawa kembali kepada Allah. Khuyusuk,khususnya dalam solah bermakna berta'ammul ( memerhati dan menghayati) setiap bacaannya sepanjang solah. Bagitulah hakikatnya kerja kita dalam jamaah ini. Semua yang kita lakukan ( samada peringkat atasan jamaah atau bawahan) pastinya akan dibawa kehadapan Allah swt di Akhirat. Kita seharusnya menghayati perjuangan ini dengan sebenar-benar penghayatan. Keujudan kita (pas) bukan sekadar untuk memenuhi ruang kosong dalam politik di Malaysia. Kita ada tugas yang besar, tugas yang kita warisi dari Rasulullah saw, iaitu membangunkan kalimah tauhid sehingga meratai setiap inci bumi Allah ini.

e). Ibadah hendaklah dilaksanakan terus menerus tanpa jemu.

Ibadah adalah lambang pengabdian diri kepada Allah. Justeru itu kita tidak boleh jemu beribadah. Jemukah kita menjadi hamba Allah?. Sebagaimana kita tidak boleh merasa jemu menjadi hamba kepada Allah, kerana hakikatnya kita mengharapkan Allah setiap saat, maka begitu jugalah kita tidak boleh jemu beribadah kepadanya. sumbangan kerja yang kita lakukan untuk jamaah ini adalah sebahagian daripada ibadah itu.

f). Ibadah tidak dihalangi oleh susah atau senang dan apa jua rintangan.

Ibadah yang tulus ikhlas kepada Allah akan terus dilaksanakan walau apapun keadaannya. Solah umpamanya. Tiada keadaan yang boleh menghalagi kewajipan solah kecuali gila dan mati. Hatta saat di medan peperangan pun solah masih perlu dilaksanakan. Itulah juga tanggungjawab kita dalam jamaah ini.

Apakah saat mencapai kemenangan kita bersungguh-sungguh melakukan kerja-kerja jamaah, manakala saat ditimpa kekalahan kita berundur diri daripadanya?. Saat diberi jawatan kita aktif mengisi program jamaah, apabila tidak lagi memegang apa-apa jawatan kita terus berundur dari memberi sumbangan. Bukankah Allah mengajar kita, berilah infaq di jalan Allah samaada dalam keadaan senang ataupun susah.

JANGAN TERLALU KERAP MEMBICARAKAN DIRI MU KELAK AKAN HILANG ALLAH DARI PANDANGAN MU

2. Memahami hakikat perhambaan kepada Allah.

Walau dimana pun posisi kita dalam jamaah ini, kita secara umumnya adalah "hamba kepada Allah". Samaada kita yang berada dikerusi kepimpinan atau sekadar 'Amilin diperingkat bawahan. Semua kita wajib berfikir sebagai "hamba". Membentuk acuan berfikir sebagai hamba akan menjadikan kita;

a). Sentiasa berkhidmat kepada jamaah tanpa banyak soal.

Sifat seorang hamba ialah akan sentiasa patuh dengan batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh "Tuannya". Hamba tidak pernah bertanya apakah habuan yang bakal diterima sebagai ganjaran atas khidmatnya kepada Tuannya. Hamba sudah cukup berpuas hati dan bersyukur jika dapat berkhidmat kepada Tuannya sekalipun tidak dijanjikan apa-apa ganjaran.

Jika sifat sedardiri ini berjaya ditarbiyyah keatas seorang 'amilin dan petugas dalam jamaah, kita akan dapat saksikan pribadi tawadhuk yang cukup setia dengan arahan yang diberikan oleh jamaah. Kita tidak seharusnya berfikir apa akan Allah berikan atas jihad dan kerja-kerja jamaah yang telah kita lakukan. Kita lakukan tugasan ini kerana kita hamba kepada Allah. Takdir kata Allah tidak menjanjikan apa-apa janji kemenangan kepada perjuangan ini, kita masih tetap dituntut bekerja tanpa soal. Inikan pula bila Allah dalam banyak ayat-ayatNya menjanjikan kemenangan dan pertolongan atas perjuangan hambaNya.

Kita sebenarnya tidak layak bertanya bilakah kemenangan dan kejayaan akan diberi jika sekalipun kita telah mengerahkan seluruh tenaga dalam perjuangan ini. Inikan pula masih terlalu sedikit sumbangan yang kita berikan, masih terlalu sedikit masa yang kita peruntukkan untuk jamaah dan masih jarang benar doa kita untuk kejayaan jamaah.

b). Sentiasa beradab dengan adab hamba.

Adab hamba ialah rendah diri, banyak bekerja dari bertanya, lebih banyak berfikir apakah khidmatnya kepada Tuannya berbanding apakah anugerah Tuannya kepadanya dan setiap saat ia menjaga adab-adab perhambaan. Fikrah ini jika dimiliki oleh para 'amilin dalam jamaah, mereka akan sentiasa dihiasi dengan sifat-siafat mahmuudah. Akhlak yang dihiasi dengan sifat tawadhuk yang akan menjadikan ia sentiasa dicintai oleh Allah dan kawan serta disegani oleh lawan. Perasaan perhambaan itu akan sentiasa menjadi penasihat kepadanya, jika ia hampir tergelincir dari landasan jamaah. Ia tidak akan lari dari jamaah walau apa pun sebabnya, sebagaimana ia tidak sanggup untuk menjadi hamba yang lari dari Tuannya.

c). Sentiasa merasai kehadiran Allah dalam hidupnya.

Orang yang diasuh dengan "berfikir secara rohani" akan sentiasa merasai kehadiran Allah dalam setiap sudut dan penjuru hidupnya. Allah sentiasa hadir samaada saat ia bersendiri atau dikhalayak umum. Mereka tidak akan menjadi ahli jamaah yang hipokrit. Apa pun situasi yang dihadapinya ia tetap menyantuni Allah. Allah tetap bersamanya. Justeru itu ia tidak merasa gelisah dengan berlikunya jalan perjuangan yang dilalui. Jiwanya sentiasa segar dengan pengharapan dan keyakinan bahawa Allah tiadak akan pernah membiarkan dan mengabaikannya. Hasil kerja jamaah yang datang dari 'amilin yang sentiasa yakin dengan pertolongan Allah tidak sama dengan hasil kerja 'amilin yang dilonjak dengan pujian dan sanjungan.

d). Menghargai apa jua yang datang dari Allah.

Seorang hamba merasa sangat gembira jika dihadiahkan sesuatu oleh tuannya. Bukan nilai hadiah itu yang dilihatnya tetapi dari siapa hadiah itu datang. Justeru itu anggota jamaah yang diasuh dengan kesedaran ini sangat menghargai apa jua kedudukannya dalam jamaah. Jika Allah menganugerahkannya posisi ahli biasa, maka ia sangat bersyukur kerana itulah pilihan Allah untuknya. Ia tidak pernah merasa kecewa dengan pilihan Allah. Jika Allah menganugerahkan posisi kepimpinan untuknya, maka ia bersyukur dan akan menjaga anugerah itu dengan penuh amanah. Ia yakin, apa pun pilihan Allah pastinya itulah pilihan yang paling baik untuk dunia dan akhiratnya. Kerana Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Jika Allah menganugerahkan kemenangan, maka itu adalah kemanisan yang harus disyukuri. Jika Allah mentakdirkan kekalahan, maka itu adalah ujian yang perlu diredhai.


ORANG YANG DIPERANGI ALLAH TIDAK LAYAK MENDAPAT KEMENANGAN DARI ALLAH.

3. Berfikir secara rohani dan melihat sesuatu dari sudut hakikatnya.

Apa yang berlaku dalam dunia dan kehidupan ini ada hakikatnya. Tetapi "hakikat" itu sering terlindung oleh hijab kejahilan dan nafsu. Berkata Imam Al-Ghazali;

" Orang yang tidak sampai pemikirannya kepada "hakikat" sesuatu, tidak akan merasa kasih dengan sebenar-benar kasih dan tidak akan merasa benci dengan sebenar-benar benci".

Hassan Al-Basri berkata;

" Hamba yang ilmunya tidak sampai kepada "hakikat" sesuatu, mungkin akan kasih apa yang patut ia benci, dan mungkin benci apa yang patut ia kasih".

Melihat kepada kenyataan kedua-dua orang tokoh sufi yang terkenal ini, tentunya menggamit keinginan untuk kita ketahui apakah hakikat suatu yang patut kita fahami dan apa kebaikkannya untuk dakwah dan jamaah. Untuk itu marilah kita lihat betapa berhajatnya jamaah kepada penghayatan "fikrah Rohani" itu.

a). Memahami hakikat "suruh" dan "larang".

'Amilin yang berfikir secara rohani, menyedari hakikat Suruhan Allah dan larangan Allah. Suruhan dan larangan Allah tidak dilihat dari sudut "untung dan rugi", tidak dilihat dari sudut "baik dan buruk", dan tidak dilihat dari sudut "duniawi". Bila Allah menuntut ia berjuang, maka ia akan terus berjuang. Suruhan itu dilihat pada hakikatnya, iaitu datang dari Allah. Tuhan Yang diyakininya Maha Bijaksana dan Pengasih.

Sekalipun zahirnya kelihatan suruhan Allah itu menyusahkannya, namun kerana Yang memerintahkan itu ialah Allah, maka ia yakin Allah tidak akan menyuruh kepada suatu yang merugikannya atau membahayakannya. Mungkin pada zahirnya apa yang dilarang oleh Allah itu kelihatan merugikannya, namun ia yakin hakikat larangan Allah tetap kemudharatan. Allah tidak akan menyuruh kecuali suatu itu mendatangkan kebaikan dan tidak akan melarang kecuali suatu itu mendatangkan kemudharatan. Firman Allah yang bermaksud;

"Kamu Diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara Yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya.-Al-Baqarah 216.

Tetapi ramai orang yang tidak melihat kepada hakikat sebenar "suruh dan larang" Allah. Sehingga intima' nya dengan jamaah hanya ditujangi oleh kepentingan dunia semata-mata. Ia bersama jamaah kerana dilihatnya disana ada peluang-peluang kebaikan untuk dirinya. Kemudian ditinggalkannya jamaah apabila dilihat merisikokan kerjaya dan kepentingannya.

Begitu juga dengan apa yang dilarang oleh Allah tidak dilihat kepada hakikatnya. Sehingga kadang-kadang ia kasih dan gemar kepada apa yang dibenci oleh Allah. Cuba kita lihat, betapa ramai anggota jamaah yang berada dalam saff Pendakwah dan 'Amilin yang masih bergelumang dengan sistem "Riba". Sedangkan Allah mengistiharkan perang terhadap orang yang masih beramal dengan Riba setelah ia tahu riba itu dilarang oleh Allah. Orang yang diperangi oleh Allah bermakna "musuh Allah". Tetapi oleh kerana gagal memahami hakikat larangan Allah, mereka masih berdoa dan bersolah hajat memohon kemenangan daripada Allah. "Mungkinkah Allah menolong musuhNya"?.

b). Memahami hakikat "mazmumah".

Mazmumah adalah sifat yang tercela. Seperti hasad dengki, ria, takabbur dan hubbu Dunia. Para du'at dan 'Amilin dalam jamaah ini diasuh menjauhinya. Namun kecelaan sifat-sifat tersebut tidak dapat dilihat benar-benar menjijikkan jika tidak dilihat dari sudut hakikatnya. "Sombong" umpamanya.Orang yang sombong hakikatnya manusia yang melupai Allah (bukan sahaja sombong kepada manusia).

Pertama kerana "sombong" adalah sifat Allah. Apakah hendak dirampasnya sifat Allah lalu dipakaikan kepada dirinya?. Berapa orang "Allah" sebenarnya dalam dunia ini?.

Kedua, orang yang sombong adalah manusia yang paling "tidak merasa malu" kepada Allah. Bukankah hakikatnya segala yang kita miliki ini, samada nyawa, ilmu, kekayaan, pangkat, jawatan, harta dan segala-galanya adalah pinjaman dari Allah?. Lalu mengapa sanggup untuk ia merasa sombong dihadapan Allah dengan apa yang ada padanya?.

Contoh yang kedua ialah Hasad dengki. Bukankah telah diyakini bahawa setiap yang berlaku ini adalah takdir dan ketentuan Allah. Allah lah yang memutuskan untuk memberikan suatu kepada seseorang dan menarik kembali sesuatu dari seorang yang lain.

Apabila seseorang itu hasad atas kelebihan seseorang yang lain, bermakna ia tidak bersetuju dengan ketetapan yang telah diputuskan oleh Allah. Apabila dilihat hakikatnya, akan kelihatanlah betapa jijiknya sifat dengki tersebut.Melihat sesuatu sehingga kepada hakikatnya akan mejauhkan seseorang itu dari segala sifat mazmumah selama-lamanya.

3. Memahami hakikat Dakwah dan Jihad.

Dakwah dan jihad bermakna mengajak manusia kembali kepada Allah. Mengajak mereka membuang segala keberhalaan dan syirik. Pendakwah bermakna manusia yang berkempen untuk Allah. Kempen agar musuh-musuh Allah (syirik) dikalahkan buat selama-lamanya, dan mukabumi ini bersih daripada kesyirikan terhadap Allah. Justeru itu mengajak manusia kepada mentauhidkan Allah adalah lebih utama daripada sekadar mengajak mereka memberikan undi kepada jamaah. Ini tidak bermakna kita tidak memerlukan undi orang-orang yang bukan Islam. Apa pun jenis tugasan dalam jamaah semuanya adalah dakwah kepada Allah.

4. Sentiasa "melihat" Allah sehingga lupa terhadap dirinya.

Saya tidak maksudkan "lupa terhadap diri" itu bermakna "fana", yang sering dibincangkan dalam pengajian tasawwuf. Tetapi yang saya maksudkan ialah lupa untuk memikirkan dan membicarakan kelebihan dirinya, kerana sibuk membicarakan kesempurnaan zat,sifat dan af'al Allah. Jika dirinya mempunyai kelebihan, tidak dirasakan kelebihan itu miliknya sehingga lidahnya sentiasa menyebut berkenaan dirinya.

Apa yang sering disebutnya ialah kelebihan dan kesempurnaan Allah. Jika ia berta'aruf, maka ta'aruf itu sekadar untuk dikenali bukan untuk dikagumi orang. Di awal-awal Harakah diterbitkan dahulu, ada penulis yang menggunakan nama pena "renungan tajam". Mungkin pekara tersebut kelihatan kecil, namun hati hendaklah di jaga, agar jangan merasakan tulisan kita sahaja yang tajam, tulisan yang lain tidak tajam atau kurang tajam.

Ada juga yang menulis; " sebagai seorang mujahid dalam jamaah saya tidak punya banyak masa bersama keluarga...". Mengapa harus kita yang menggelarkan diri kita "mujahid"?. walaupun kita benar-benar berharap Allah mengangkat kita sebagai mujahid dijalanNya. Namun gelaran itu biarlah orang lain yang menyebutnya untuk kita. Atau ada juga yang menulis; " dalam hal dakwah ini saya memang "rajin". Mengapa kita perlu menghakimkan diri kita?. Biarlah orang lain yang menilai kita rajin atau pun tidak.

Orang yang sentiasa bertawajjuh kepada Allah, akan lupa untuk membicarakan siapa dirinya, bagaimana ia dalam jamaah ini, rajinkah ia atau mujahidkah ia.. Imam Ibnu 'Atho' Llah berpesan;

"Jangan terlalu kerap membicarakan dirimu kelak akan hilang Allah dari Pandangan mu".

Seorang Ahli sufi berkata;

"Aku tidur sepanjang malam,kemudian aku bangun dengan menyesal ( kerana terlepas solah tahajjud) ..( lalu penyesalan itu ) lebih aku kasih berbanding jika aku berdiri sepanjang malam (kerana beribadah) kemudian keesokannya aku bangun dengan rasa ujub."

28 October, 2009

PAS adalah Gerakan Islam, Bukan semata - mata Parti Politik

1. Parti Islam se Malaysia [ PAS ] adalah sebuah Gerakan Islam yang melaksanakan aktiviti Amal Islami ke arah mencapai cita - cita perjuangan Islam iaitu meninggikan kalimah Allah swt sehingga ia mengatasi ideologi ciptaan manusia .

2. Penyertaan PAS dalam medan siasah [ politik ] adalah sebahagian dari tanggungjawab perjuangannya untuk mendaulatkan syariat Allah swt di atas muka bumi ini .

3. Siasah [ politik ] PAS adalah siasah Islamiyyah yang kaya dengan adab , akhlak dan prinsip Islami yang dipandu oleh wahyu dan sunnah . Semua pemimpin dan anggotanya terikat dengan tatacara yang telah dimaktubkan . Pelanggarannya dianggap satu kesalahan yang tidak wajar dilakukan oleh pemimpin dan anggota PAS .

4. Tugas dan tanggungjawab PAS jauh lebih besar dari hanya sekadar berpolitik . Tanpa mengabaikan tanggungjawab politik yang dilunas mengikut prinsip amal Islami , PAS juga mempunyai tanggungjawab besar untuk turun berdakwah dan memimpin fikrah [ pemikiran ] , syakhsiyyah [ peribadi ] dan ruuhiyyah [ spiritual ] masyarakat .

5. Justeru itu , kurangkanlah politiking sesama sendiri yang hanya mengheret kita bersengketa dan membuang masa dalam perkara yang tidak mendatangkan keuntungan kepada perjuangan sebaliknya menjadikan kita retak dan pecah .

6. Berikan tumpuan kepada usaha pengukuhan gerakkerja dan mempelbagaikan aktiviti ke arah memahamkan masyarakat terhadap Islam yang kita perjuangkan . Tidak hanya menumpukan isu - isu politik sehingga memperlahankan tempo dalam gerakkerja dan aktiviti Amal Islami yang lain seperti pemantapan Aqidah dan Fikrah .

7. Jangan biarkan sebarang kemelut melintasi ruang jamaah kita sehingga ia merosakkan penumpuan dan keikhlasan kita terhadap amanah perjuangan . Keasyikan berpolitik dan keghairahan bersaing di dunia politik kini kelihatan banyak melahirkan pemimpin dan anggota parti yang tidak lagi menumpukan tanggungjawab asas sebagai seorang pejuang Islam .

8. Telah ramai pemimpin dan anggota jamaah yang telah mengabaikan solat berjamaah , menjauhkan diri dari majlis - majlis ilmu , tidak lagi melazimi usrah . Ucapannya pula tiada lagi hikmah sebaliknya kasar dan keras . Tindakannya gelojoh , egonya tinggi dan hanya merasa diri sahaja yang bijak dan pandai . Gemar bertelingkah dan suka memfitnah . Melakukan dosa tanpa sedar ianya berdepan murka dan kutukan Allah swt . Sebagai contoh mudah , apabila jamaah dan anggotanya dilanda badai dan kemelut , tiada lagi usaha untuk bermunajat dan solat hajat agar keadaan tenang dan terkawal . Sebaliknya berlumba - lumba nak menyalakan lagi isu yang sedia membara .

9. Saban ketika dan waktu hanya merancang bagaimana nak jatuhkan si anu dan si anu [ saingan politiknya ] kerana ia tidak sependapat dengan aku [ atau mereka memurnikan sedikit alasannya yang berbunyi " demi kebaikan jamaah ...." @ " demi masa depan jamaah ..." dan lainnya sebagai melindungi perkataan sebenar " demi kebaikan aku ..." @ " demi masa depan politik aku ......." ]

10. Segalanya kerana pengaruh politik tanpa agama dan akhlak . Hitungan seharian dalam dunia politik ialah bagaimana nak menang ! bagaimana nak dapatkan undi melayu dan non malay ! tetapi malang , sebahagiannya tidak memasukkan dalam hitungan mereka , bagaimana nak pertahankan Islam dan memenangkan Islam ! Malah ada yang berani mengatakan jangan bercakap Islam kerana nanti kita kurang popular dan non muslim akan menjauhi kita .

11. Sebagai anggota Gerakan Islam , kita tidak seharusnya prejudis terhadap Islam . Perjuangkan Islam nescaya Islam akan menambat hati nurani semua ummat , justeru Islam adalah agama wahyu untuk seluruh manusia . Keadilan Islam dan akhlaknya akan meruntun hati manusia walau pada mulanya mereka membenci Islam . Pentingnya kita mesti tegas bersama Islam .

12. Jangan hanya kita berbangga dengan ilmu dan akhlak pemimpin kita seperti Tuan Guru Hj. Abdul Hadi dan Tuan Guru Hj. Nik Abdul Aziz sedang kita tidak berusaha untuk jadi seperti mereka atau lebih baik dari mereka . Bangga meriwayatkan kesederhanaan 2 tokoh pemimpin kita tetapi kita hidup tenggelam dalam kemewahan yang keterlaluan . Bangga dengan tawadhu' dan wara'nya mereka tetapi kita gopoh , liar dan tidak cermat . Bangga dengan karisma dan wibawa mereka sementara kita sering culas dan nakal .

13. Binalah jamaah ini sebagaimana kedua Tok Guru kita membinanya . Pagarilah jamaah ini sebagaimana kedua Tok Guru kita memagarinya . Kalau kita tidak mampu menjadi seperti mereka berdua , ambillah contoh dan ikutlah qudwah mereka bukan menjatuh dan melemahkan mereka serta melaga - lagakan mereka . Kerana itu perbuatan insan yang nakal lagi liar .

14. Berjuang biarlah dapat pahala , jangan berjuang untuk menambah dosa . Berjuang biarlah ramai sahabat , jangan berjuang meramaikan musuh . Berjuang biarlah tenang , jangan berjuang menambah serabut . Berjuang biarlah damai , jangan berjuang untuk bergaduh . Berjuang lah jangan tidak berjuang ....

15. Kita berjamaah untuk Islam bahkan kita menyertai PAS adalah untuk mendaulatkan Islam . Bukan membina empayar individu jauh sekali memburu kekayaan material . Lantaran itu , tidak sukar untuk kita memahami apa yang saya bangkitkan di sini . jangan tukar PAS sebagai Gerakan Islam kepada PAS hanya sebuah Parti Politik

Ust. Nasharuddin Tantawi - Ketua Pemuda PAS Pusat

27 October, 2009

Wehdatul Fikr Dan Wehdatul Amal Dalam Konteks Amal Islami


Muqaddimah

Skop amal Islami yang dibincangkan di sini ialah yang melibatkan amal jama’iy dan amal ijtima’iy.

Fokus amal Islami ialah dakwah, tarbiyyah dan jihad.

Pengertian Wehdatul Fikri dan Wehdatul ‘Amal

Wehdatul fikri bermaksud kesatuan fikiran dalam meletakkan matlamat, halatuju, sikap dan pandangan dalam jama’ah.

Wehdatul amal bermaksud kesatuan tindakan dalam menjayakan perancangan, penyusunan kerja dan tenaga ke arah mencapai matlamat bersama dalam jama’ah.

Ini bererti wehdatul fikri adalah asas penting ke arah wehdatul amal.

Asas-asas Wehdatul Fikri

1. Keutuhan aqidah.
2. Kefahaman tentang tasawwur Islam yang jelas.
3. Kejelasan matlamat dan fikrah perjuangan.
4. Kejelasan prinsip dan keanjalan strategi
5. Memahami uslub dan manhaj jama’ah.
6. Kefahaman waqi’e medan perjuangan.
7. Kekuatan ukhuwwah dan keterbukaan pandangan.

Asas-asas Wehdatul Amal

1. Keutuhan kesatuan fikrah ( wehdatul fikri )
2. Memahami tasawwur amal Islami ( fiqh amal jamai’iy dan ijtima’iy )
3. Memahami kerja berorganisasi
4. Menguasai nizam ( sistem ) jamaah .
5. Perencanaan ( takhtith) yang teliti.
6. Wala’ dan tsiqoh antara qiyadah dan jundiyyah.

Wasilah Wehdatul Fikri dan Wehdatul Amal

1. Pembentukan ahli dan pimpinan melalui tarbiyyah dan perkaderan ( takwin )
2. Perancangan melalui qiyadah dan syuro ( takhtith )
3. Penyusunan melalui organisasi yang tersusun ( tanzhim )

Halangan-halangan Ke Arah Wehdatul Fikri dan Wehdatul Amal

1. Kelemahan dan kelembapan takwin.
2. Kemasukan unsur-unsur fikrah ajnabi.
3. Munculnya berbagai firqah dan aliran dalam jamaah.
4. Kelesuan qiyadah dan kedegilan jundiyyah.
5. Perencanaan yang spontan dan perlaksanaan yang kucar kacir.

22 October, 2009

Perang Uhud: Strategi Menghadapi Kekalahan


Kekalahan. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan keadaan umat Islam ketika ini. Nyaris di setiap sudut bumi, umat Islam ditindas. Walaupun tidak boleh disamakan dengan setara, tetapi situasi ini persis keadaan umat Islam pasca perang yang paling mengesankan berbanding siri-siri peperangan yang disertai Rasulullah SAW. Peperangan Uhud bukan sekadar meninggalkan kenangan getir yang pahit, bahkan penyesalan yang menyentak rasa.

Keluh kesah dan sesalan di atas kekalahan tidak memberi apa-apa manfaat. Paling penting, strategi teratur bagi menghadapi kekalahan. Allah SWT punya cara tersendiri mengajarkan hamba-Nya bagaimana menangani kekalahan. Maka, berbicaralah Allah SWT di dalam surah Ali Imran dari ayat 121 hingga 179. Apakah rahsia dan strategi menghadapi kekalahan? Dapatkan jawapan dan hikmahnya dalam naskhah ini.

KANDUNGAN

BAB I: Pra Perang Uhud

Operasi Ketenteraan Sebelum Perang Uhud
1. Perang Bani Sulaim
2. Persekongkolan Membunuh Nabi SAW
3. Perang Melawan Yahudi Bani Qainuqa'
4. Perang Sawiq
5. Perang Ghathafan (Perang Dzi Amar)
6. Perang Bahrain
7. Ekspedisi Zaid Bin Harithah

Tindakan Tegas Terhadap Musuh
1. Pembunuhan Abu Afak
2. Pembunuhan Asma' Binti Marwan
3. Pembunuhan Ibnu Sunainah
4. Pembunuhan Ka'b Bin Al-Asyraf
Kenangan Penting
1. Pernikahan Nabi SAW dengan Aisyah
2. Wafatnya Putri Nabi SAW Ruqayyah
3. Pernikahan Fatimah Dengan Ali
4. Pernikahan Ummu Kulthum Dengan Usman
5. Pernikahan Nabi SAW dengan Hafshah Binti Umar

Riwayat Yahudi BAB II: Perang Uhud
- Gerakan Akbar Untuk Sebuah Dendam
- Nabi Mencium Gerakan Musuh
- Madinah Bersiap Siaga
- Pasukan Makkah Terus Bergerak
- Rasulullah SAW Mengetuai Mesyuarat Tentera
- Pemeriksaan Pasukan Dan Berangkat Ke Medan Jihad
- Kaum Munafik Melakukan Khianat
- Mengatur Strategi Perang
- Muslihat Politik Musuh
- Pemicu Api Peperangan
- Pertempuran Mulai Berkobar
- Singa Allah SWT Menjemput Syahid
- Dari Pelukan Isteri Menuju Ke Medan Jihad
- Sumbangan Pasukan Pemanah
- Kemenangan Di Ambang Mata
- Dari Sini Kekelahan Itu Bermula
- Saat-Saat Paling Genting
- Berperang Sampai Titisan Darah Penghabisan
- Mencari Kepastian Tentang Sikap Kaum Musyrikin
- Mencari Korban Perang
- Mengumpulkan Dan Mengubur Syuhada'
- Jumlah Korban Dari Dua Pasukan
- Dari Golongan Muhajirin:
- Dari Golongan Anshar:
- Rasulullah SAW Berdoa
- Kembali Ke Madinah
- Perang Hamraul Asad

BAB III: Peristiwa Pasca Perang Uhud
1. Ekspedisi Abu Salamah
2. Ekspedisi Abdullah Bin Unais
3. Pengkhianatan Di Raji'
4. Tragedi Bi'ru Ma'unah
5. Perang Yahudi Bani Nadhir
6. Perang Nejed
7. Perang Badar Kedua
8. Perang Dumatul Jandal
BAB IV: Pengajaran Dan Hikmah Dari Medan Uhud
1. Pentingnya Musyawarah
2. Bahaya Kaum Munafik
3. Tidak Boleh Minta Bantuan Dari Orang Kafir
4. Kecanggihan Strategi Perang Rasulullah SAW
5. Kesalahan Kecil Akibat Buruk

Hikmah Ilahiyah Bagi Kaum Yang Kalah
1. Mengembalikan Rasionaliti Umat
2. Memulihkan Kepercayaan Diri Kaum Muslimin
3. Menghiburkan Kaum Muslimin
4. Menanamkan Kembali Obesiti Utama
5. Bahaya Pergantungan (Figura)
6. Menjelaskan Persepsi Tentang Kematian
7. Mengembalikan Kesedaran Sejarah